Trik Sayuran Bebas Pestisida

Sangat dianjurkan memperbanyak asupan sayur-sayuran berserat demi kesehatan pencernaan serta mencegah penumpukan kolesterol. Masalahnya, mayoritas jenis sayuran yang beredar di pasaran bebas saat ini tak steril dari unsure pestisida pemicu kanker. Tapi ada kiat sederhana mengenyahkan pestisida dari sayuran. Caranya ?

Tak terbantah, pentingnya sayur mayor untuk kondisi tubuh yang bugar dan sehat. Dibanding dengan sayuran matang, lalapan alias sayuran mentah mengandung unsur gizi lebih banyak. Sayangnya kekhawatiran akan kandungan pestisida membuat orang takut mengkonsumsi sayuran mentah.

Membeli sayuran organic memang mengurangi resiko paparan pestisida, namun harganya masih terbilang mahal, lagipula masih ada kemungkinan kontaminasi bakteri dari tanah. Sebenarnya ada cara mudah untuk menghilangkan pestisida dalam sayuran, yakni mencucinya dengan air matang. Penelitian yang dilakukan oleh tim ahli dari Connecticut Agricultural Experiment Station tahun 2000 menemukan mencuci sayuran dengan air matang sama efektifnya dengan menggunakan sabun khusus pencuci sayuran dan buah.

Dalam penelitiannya, para ahli membandingkan metode mencuci sayuran dengan sabun khusus dengan pencucian dengan air matang. Hasilnya, ketika dicuci dengan air matang 9 dari 12 pestisida yang terdapat dalam sayuran dan buah berhasil dihilangkan. Penelitian menunjukkan adanya beberapa zat kimia dalam pestisida yang tidak hilang akibat pencucian. Sumber air yang tidak bersih juga bisa menyebabkan kontaminasi bakteri penyebab penyakit infeksi, seperti penyakit tifus.

Untuk menghilangkan mikroorganisme, anda bisa menggunakan sabun pencuci yang mengandung cuka mampu mengurangi bakteri dan virus yang terdapat dalam sayuran hingga 95 persen. Cara lain agar aman mengonsumsi sayuran mentah adalah dengan teknik blansir, yaitu pelunakan bahan dengan cara pencelupan beberapa saat (sekitar 5 menit) pada suhu air mendidih, yang kemudian segera disiram dengan air dingin (matang) agar pemanasan tidak berlanjut. Cara ini sangat baik untuk pemasakan sawi, kubis, bayam, kacang panjang, dan labu siam.

Waktu blansir sangat ditentukan oleh tekstur bahan segarnya. Karena itu blansir sebaiknya dilakukan untuk masing-masing sayuran, tidak dicampur satu sama lain. Sayuran sebaiknya diblansir dalam keadaan utuh dan pemotongan dilakukan segera setelah proses blansir selesai.

Sumber Tribun Pekanbaru

0 komentar:

Posting Komentar