Waspadai Masuk Angin kala Cuaca tak Menentu

Masuk angin menjadi penanda adanya gangguan sistem imun di dalam tubuh dan penyebabnya bisa bermacam macam. Karena itu, diagnosanya pun tidak boleh sembarang.
KONDISI cuaca yang tidak menentu punya dampak buruk bagi ketahanan tubuh.
Panas dan hujan yang datang dengan tiba-tiba membuat tubuh sulit beradaptasi. Dalam situasi ini, hantu masuk angin pun bergentayangan.

Di dunia medis, masuk angin tidak digolongkan sebagai sebuah penyakit.Masuk angin merupakan istilah untuk menyebut kumpulan gejala yang dialami tubuh semisal perut kembung, demam, pusing, mual dan muntah.Lazimnya, masuk angin bisa disebabkan oleh virus atau karena infeksi.

“Masuk angin itu hanya istilah orang awam.
Jarang dokter menyebut masuk angin itu sebagai sebuah penyakit. Ini hanya kumpulan gejala dan penyebabnya bisa bermacam-macam,“ ujar Business Development Manager PT Deltomed Laboratories Dr Abrijanto SB, saat dihubungi di Jakarta pekan lalu.

Menurut Abrijanto, masuk angin ialah kondisi yang dialami tubuh ketika sistem saraf otonom tidak berfungsi dengan benar. Sistem saraf otonom ialah bagian dari sistem saraf yang mewakili persarafan motorik dari otot polos, otot jantung dan selsel kelenjar.

Gangguan pada saraf otonom bisa disebabkan karena berbagai hal.
Mual ketika masuk angin misalnya, bisa disebabkan karena dispepsia fungsional, atau terhambatnya motilitas (gerakan) lambung. Dalam kondisi normal, lambung seharusnya terus bergerak untuk mengeluarkan gas.

“Jadi ketika lambung diam, gas yang seharusnya dipompa keluar tetap di dalam. Akibatnya perut terasa kembung. Nah, ini penyebabnya bisa dari dalam karena stres atau dari luar karena kedinginan.
Ini juga kan gejala masuk angin,“ jelasnya.

Gejala masuk angin juga bisa disebabkan infeksi di lambung. Lazimnya infeksi ini disebabkan oleh Helicobacter pylori.
Bakteri patogen ini banyak ditemukan di dalam antrum pilorus, bagian yang memisahkan lambung dari duodenum.

“Diterjemahkannya perut sedang tidak enak atau masuk angin. Padahal bisa saja infeksi di lambung.
Karena itu diagnosa masuk angin itu harus hati-hati,“ cetusnya.

Lebih jauh, Abrijanto menjelaskan, masuk angin juga disebabkan penyempitan pembuluh darah. Analogi sederhananya, ketika punggung seseorang yang sedang masuk angin dikerok, kulitnya memerah. Hal ini menunjukkan pembuluh darahnya bereaksi terhadap rangsangan dari luar.

“Ada merah itu berarti karena penyempitan,“ imbuhnya.
Sel makrofag Namun demikian, Abrijanto tidak menyarankan kerokan sebagai jalan mengobati masuk angin karena penyempitan pembuluh darah. Menurut dia, masuk angin bisa diobati dengan obat-obatan herbal semisal jahe, daun mint, madu dan lainnya.

Selain merangsang agar pembuluh darah kembali normal karena efek hangatnya, jahe bisa mendorong naiknya jumlah sel makrofag dalam tubuh.

Makrofag merupakan sel monosit yang mampu membunuh antigen negatif yang berasal dari luar tubuh. “Mint juga punya efek hangat seperti jahe.
Sedangkan madu itu kaya akan vitamin. Fungsinya mengembalikan daya tahan tubuh yang lemah,“ jelasnya.

Anda kini tak perlu repot mengolah sendiri karena beragam manfaat obatan-obatan herbal untuk mencegah masuk angin itu bisa didapat di dalam satu sachet Antangin, salah satu produk andalan Deltomed.

Abrijanto mengungkapkan, obat herbal yang berbentuk cairan tersebut memiliki komposisi bahan alami yang diekstrak, semisal jahe, daun mint, temulawak dan madu.
Sebelum diproses menjadi obat herbal, bahan-bahan tersebut telah diuji praklinis dan diuji manfaatnya.
“Dan terbukti memang bermanfaat meredakan masuk angin. Selain juga aman,“ cetusnya.

Meskipun bisa disebabkan oleh berbagai hal, Abrijanto mengatakan, masuk angin terutama terjadi karena kondisi tubuh yang menurun. Akibat daya tahan tubuh yang melemah, virus dan bakteri bisa lebih mudah menyerang.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar lebih menjaga kesehatan tubuh.

“Khususnya di musim penghujan sekarang ini.
Perubahan suhu yang drastis dari panas ke dingin yang tiba-tiba. Sudah pasti yang kena masuk angin itu banyak,“ cetusnya.

Ia pun membagi sejumlah tips agar tubuh tetap fit menghadapi cuaca yang tidak menentu ini. Selain menjaga agar pola makan dan pola tidur teratur, Abrijanto menyarankan olah raga yang rutin sehingga sistem imun tubuh tetap dalam kondisi baik.

“Adrenalin dijaga supaya tidak terlalu tinggi. Dan yang paling utama adalah berpikir positif. Kalau kita stres, syaraf otonom kita pasti terganggu. Itu akan memicu rasa tidak enak badan dan masuk angin,“ tandasnya. (S-25/ Media INdonesia, 19/02/2014)

0 komentar:

Posting Komentar