Cermat Memilih Buah

Buah merupakan sumber vitamin dan mineral bagi tubuh. Buah juga berfungsi sebagai sumber kom ponen bioaktif yang berperan penting dalam melindungi tubuh dari lingkungan yang tidak sehat, seperti polusi, oksidan, dan karsinogen atau zat pemicu kanker. Buah juga bisa dijadikan kudapan sehat seperti yang rutin dilakoni Yasa Chatab, 48, presenter. Ia mengaku tak bisa jauh dari buah.

“Aku kalau enggak makan buah sehari, rasanya aneh! Aku selalu makan buah, apalagi sebelum lari pasti aku selalu makan buah. Buah yang aku suka pisang,“ ujarnya, saat ditemui belum lama ini.

Namun, dalam mengonsumsi buah sebaiknya Anda harus cermat. Alih-alih ingin mendapatkan manfaat dari buah yang dikonsumsi, justru malah petaka yang didapat. Pasalnya, kini banyak buah impor yang berbahaya beredar di pasaran. Jangan sampai Anda tergiur dengan tampilan buah yang bagus dan harga miring, berbeda dengan buah lokal yang tampilannya kurang bagus dan harganya yang mahal.
Kepala Pengawasan Keamanan Hayati Badan Pusat Karantina Pertanian (Barantan) Islana Ervandiari mengungkapkan kini pihaknya membatasi buah impor yang masuk ke Indonesia setelah menemukan banyak buah mengandung bahan kimia berbahaya pada 2012 dan 2013. Upaya itu dilakukan agar buah-buah impor tidak menjadi ancaman kesehatan bagi masyarakat.

Buah impor yang menggunakan bahan kimia berbahaya memiliki ciri fisik kencang, mengilat, dan terlihat segar meski berminggu-minggu lamanya di perjalanan menuju Indonesia. “Untuk itu, petugas Barantan di pelabuhan akan memeriksa buah impor secara sampling. Hal itu kami lakukan agar buah-buahan yang masuk tak mengandung cemaran kimia yang melebihi ambang batas,“ ujar Islana kepada Media Indonesia, beberapa waktu lalu.

Beberapa zat kimia berbahaya yang ditemukan Barantan pada buah impor tersebut berupa formalin, pewarna tekstil, dan lilin. “Importir yang biasanya menggunakan zat kimia berbahaya itu berasal dari Tiongkok dan Amerika Serikat,“ ungkap Islana. Buah impor berformalin biasanya terkandung pada buah-buahan seperti jeruk, anggur, dan apel. Ciri-cirinya, bagian kulit buah yang terlihat kencang dan segar meski sudah berbulan-bulan dipanen, bahkan di perjalanan.

Berbeda dengan kelengkeng dan anggur, sambungnya, penggunaan zat formalin lebih mudah dikenali dari tangkai buah yang layu, terlihat segar, tapi baunya menyengat. Bila mendapati hal itu, sebaiknya buah jangan dikonsumsi. Sementara itu, zat pewarna tekstil biasanya diberikan pada buah pir, mangga, belimbing, pisang, jeruk, dan semangka. Ciri-cirinya yakni warnanya yang lebih terang dan me nimbulkan bekas di mulut. Selain itu, ada juga buah impor yang mengandung lilin atau wax sehingga buah menjadi mengilap.

Untuk mengujinya, Anda bisa memotong buah tersebut menggunakan pisau. Bila serbuk-serbuk putih berjatuhan, berarti buah tersebut mengandung lilin. Biasanya penggunaan lilin terdapat pada apel. “Buah-buahan yang mengandung formalin, zat pewarna, dan lilin tersebut dapat berbahaya apabila dikonsumsi karena dapat merusak organ tubuh,“ sebutnya.

Lebih jelasnya, Harry Freitag, ahli gizi dan dosen Jurusan Gizi Universitas Gadjah Mada, mengatakan buah dengan bahan kimia berbahaya dapat merusak organ tubuh, bahkan memicu kanker bila dikonsumsi secara berkala. “Biasanya buah yang ditambah pemanis buatan atau pengawet dalam rasa dan warnanya pasti menunjukkan sesuatu yang berbeda,“ ucapnya. Pilih lokal Kendati demikian, Anda tak perlu risau. Manfaat beragam buah lokal tetap dapat Anda temukan di negeri sendiri. Menurut Harry, buah lokal minim zat kimia berbahaya seperti pestisida. “Juga dipanen oleh petani kita sendiri,“ sahutnya.

Pun tak sulit mendapatkannya. Banyak buah lokal yang sudah dijual secara eceran di minimarket terdekat. Anda pun tidak harus membeli dalam jumlah banyak, tetapi satuan. Jadi, pas sesuai kantong Anda. Kemudahan itu diberikan oleh Sunpride, salah satu produsen pisang lokal yang sudah established.

Produk pisang Sunpride merupakan jenis cavendish, yakni sejenis pisang ambon yang ditanam secara khusus di perkebunan di Lampung. “Kami ingin menunjukkan bahwa pola hidup sehat dengan memakan buah merupakan sesuatu yang menyenangkan,“ ungkap Luthfiany Azwawie selaku Marketing and Communication Manajer PT Sewu Segar Nusantara, saat ditemui Maret lalu. (S-5/ Media Indonesia, 11/04/2014, hal : 26)

0 komentar:

Posting Komentar