Salsa Lidah ala Meksiko

Meksiko memiliki beragam jenis hidangan lezat yang menggugah selera. Kuliner tipikal Meksiko begitu segar penuh warna.
E KSOTISME rasa Meksiko langsung menjalari lidah kami sejak mencicipi hidangan pembuka. Bagi yang tidak biasa, guacamole sebagai appetizer mungkin mengejutkan. Pasalnya, olahan buah avokad dengan warna hijaunya yang segar ternyata terasa pedas dan kaya rempah.

Guacamole adalah saus khas Meksiko yang terbuat dari buah avokad yang dihaluskan. Tidak ada resep ajek untuk guacamole.

Ia bisa disajikan dengan sederhana saja, dicampur dengan garam atau perasan lemon.
Konon, guacamole sudah dikenal sejak zaman suku Aztek di abad ke-16. Tidak mengherankan jika saus berbahan dasar avokad itu biasa disajikan di atas alas batu yang berfungsi sebagai alat penghalus bahan makanan.

Mencicipi guacamole dari tangan Director of Culinary Bengawan, Keraton at The Plaza, Jakarta, Lamberto Valdez Lara, chef berpengalaman asal Meksiko, itu mengenalkan kami dengan guacamole yang bercita rasa pedas.
Rasa gurih dari avokad jenis hass yang lembut, berbaur dengan daun ketumbar, bawang bombai, cabai habanero, perasan lemon, juga jintan. Meski biasanya disantap dengan keripik tortilla, chef Lamberto berkreasi dengan menyajikan tiga jenis keripik berbeda, yakni tortilla yang berbahan dasar tepung jagung, keripik terigu, juga keripik singkong.

“Apa yang kalian rasakan di sini sama dengan apa yang akan Anda rasakan di dapur kampung halaman saya,“ ujar Lamberto saat ditemui Media Indonesia, Kamis (17/7).

Chef yang dikenal sebagai perfeksionis itu sering terjun langsung untuk memilih produk terbaik yang dimiliki Indonesia untuk digunakannya. Buah avokad yang dipilihnya tidak datang dari belahan Nusantara.
Demi cita rasa semirip aslinya, mereka mendatangkan avokad hass dari California. “Sebenarnya kalau mau guacamole terbaik, harus menggunakan avokad terbaik asal Yucatan, Meksiko,“ akunya tanpa menutup-nutupi.

Yucatan merupakan daerah yang terbilang kecil dengan produksi terbatas dan akhirnya Mek-siko tidak mengekspor avokad dari kawasan itu. Kualitas avokad hass asal California dianggap paling mendekati.
Hidangan Utama Sesudah membuka hidangan dengan rasa gurih, pedas, dan asam dari guacamole, kami siap untuk `ber-Salsa lidah' dengan hidangan Meksiko berikutnya.

Pilihannya jatuh pada iron skilled fajitas, hanger steak.
Chef Ridwan Hakim dari Keraton at The Plaza menjelaskan, memang hanger steak tidak mengambil bagian daging sapi yang tergolong prime cut. “Sebaiknya diolah medium rare atau medium, jangan well done,“ sarannya.
Kala menggigit potongan steak sapi, rempah-rempah sangat terasa memanjakan lidah dan meresap ke dalam daging sepenuhnya.

Meski pedas, rasanya cukup lembut dan nyaman di lidah.
Lalu meski disebut steak, jangan bayangkan potongan daging ukuran besar. Iron skilled fajitas tampil dengan potongan daging sapi yang kecil-kecil. Ini lantaran cara makannya yang dibalut roti tortilla.
Selanjutnya, menjadi hidangan penutup yang manis buat kami. Sesuai dengan namanya, aroma kayu manis tercium betul dari panganan kering yang mirip roti ini.

Untuk menikmati three courses Guacamole. paket makan siang menu Meksiko, Anda hanya cukup merogoh kocek Rp150 ribu per orang. Adapun menu makan malam à la carte dipatok mulai dari Rp355 ribu. Menu Meksiko populer lain seperti tacos, enchilas, dan burriitos juga tersedia. Mereka disandingkan dengan bahan-bahan unik semisal nopal (kaktus) panggang, lengua (lidah sapi), dan huitlacoche (jamur jagung).

Untuk bisa puas mencicipi lebih dari tiga hidangan, sebaiknya jangan datang sendirian. “Makanlah seperti keluarga Meksiko.
Anda pilih satu paket menu, lalu teman Anda pilih paket lainnya, dan berbagi,“ anjur Lamberto.
Chef dengan pengalaman lebih dari 25 tahun itu pernah memasak untuk Presiden Amerika Serikat Bill Clinton, kala dia menjadi executive sous chef di The Ritz Carlton Manalapan, Florida. Bayangkan, tangan yang memasak untuk Presiden AS kini memasak untuk Anda. (M-2) Media Indonesia, 3 Agustus 2014, Halaman 16

0 komentar:

Posting Komentar