Harga Sayuran Melambung

Sejumlah komoditas sayuran seperti cabai dan tomat mengalami kenaikan harga akibat kekeringan. Cuaca ekstrem sejak Agustus-September di Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang, Bengkulu, mengakibatkan sebagian tanaman cabai mengering karena kekurangan air.

PASOKAN pangan se lama musim kemarau mulai terganggu. Ba nyak ladang pangan di berbagai daerah gagal panen, karena tidak mendapatkan pengairan yang cukup. Harga sayuran pun ikut terdampak menjadi mahal.

Akibat kekeringan, harga cabai keriting di pasar-pasar tradisional Bengkulu saat ini mencapai Rp45 ribu per kg dari sebelumnya Rp25 ribu per kg.Cuaca ekstrem sejak AgustusSeptember di Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang, Bengkulu, mengakibatkan sebagian tanaman cabai mengering karena kekurangan air.

Hasil panen di dua sentra cabai itu menurun sehingga berpengaruh pada harga jual.Budiman, 32, pedagang cabai di Pasar Panorama, Kota Bengkulu, menjelaskan sejak musim hujan, produksi cabai di dua kabupaten tersebut terus menurun. “Selain cabai, harga tomat juga naik dari Rp3.000 per kg menjadi Rp5.000 per kg.Saat ini produksi tomat juga turun,“ kata Budiman, kemarin.

Agus, 45, petani cabai dari Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, membenarkan bahwa produksi cabai di daerahnya menurun akibat adanya cuaca ekstrem. “Pohon cabai banyak yang mati dan bantut (kerdil) karena cuaca ekstrem. Kami hanya bisa pasrah karena modal yang dikeluarkan cukup besar.

Akibat cuaca dan untuk mencukupi makan keluarga, sekarang ini banyak petani cabai beralih profesi,” ungkapnya. Hal sama juga terjadi di Sukabumi, Jawa Barat. Harga berbagai jenis cabai di Pasar Pelita Kota Sukabumi saat ini rata-rata di atas Rp20 ribu per kg. Harga cabai tanjung saat ini termahal Rp45 ribu per kg.

Sementara itu, cabai keriting mencapai Rp24 ribu per kg.“Sebelum Idul Adha, harga cabai masih wajar rata-rata Rp16 ribu per kg. Sekarang ini semua harga berbagai jenis cabai naik. Panennya kurang maksimal karena kekeringan dan biaya perawatan tanaman membengkak,“ jelas Iwan Setiawan, pedagang sayuran di Pasar Pelita.

Sayuran Selain harga cabai dan tomat, harga sayuran pun ikut meroket. Harga bayam dan kangkung yang dijual di Pasar Inpres Manonda, Palu, sebelumnya Rp500 per ikat, kini menjadi Rp2.000 per ikat.Sementara itu, kol dari harga Rp2.500 per buah menjadi Rp3.500 per buah. “Harga cabai dan tomat juga naik rata-rata Rp10 ribu per kg,“ kata Jannah, pedagang sayuran di Pasar Inpres Manonda.

Kekeringan dan serangan hama tanaman juga berdampak pada target penyerapan pangan di Banyumas, Jawa Tengah. Dampaknya, harga padi pada tahun ini relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga pembelian pemerintah (HPP).

Kepala Seksi Perencanaan dan Pengembangan Usaha Bulog Subdivisi Regional Banyumas M Priyono menjelaskan target penyerapan pangan Bulog Banyumas yang meliputi Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Cilacap mencapai 120 ribu ton setara beras.Namun, kenyataannya saat ini baru mencapai sekitar 53% atau setara 65 ribu ton.

“Tahun ini banyak kendala penyerapan. Salah satunya ialah HPP Rp3.300 per kilogram untuk gabah kering panen, tidak mampu menjangkau harga gabah di tingkat petani, sebab harga di tingkat petani telah mencapai Rp4.500 per kg,“ jelasnya.

Akibatnya, penyerapan tidak maksimal. Harga yang tinggi itu, lanjut Priyono, dipicu musim kering dan serangan hama. (LD/TB/BB/N-4) Media Indonesia, 14/10/2014, hal : 11

0 komentar:

Posting Komentar