Perusahaan Jasa Boga Bidik Pasar Global

Potensi nilai transaksi jasa boga di wilayah Jabodetabek mencapai Rp3 triliun per bulan, atau sekitar Rp36 triliun per tahun. Di wilayah lain rata-rata Rp20 triliun. ASOSIASI Perusahaan Jasa Boga Indonesia (APJI) gencar memperkuat bisnis di dalam negeri dengan mengajak pemasok bahan baku untuk bekerja sama.Selanjutnya, pada November mendatang, APJI mulai menggarap pasar internasional.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat APJI Rahayu Setiowati mengatakan APJI akan mengadakan pertemuan bisnis di Brunei Darussalam, kemudian dilanjutkan ke Hong Kong. “Pada 19-22 November tahun ini kami akan ke Brunei Darussalam dan tahun depan, Januari, akan ke Hong Kong.Kami akan gathering bisnis di departemen perdagangan,“ ungkap Ayu, panggilan akrab Rahayu.

Menurut Ayu, sebelumnya telah ada 66 pengusaha Brunei Darussalam yang datang ke Indonesia dan melakukan transaksi dengan pengusaha dalam negeri. Produk-produk yang mereka minati antara lain produk kalengan dan keripik. Lebih lanjut Rahayu mengatakan pasar di dalam negeri pun masih sangat besar potensinya.Namun, perusahaan-perusahaan jasa boga memerlukan dukungan pasokan bahan baku yang bisa diandalkan.

“Kami pengusaha jasa boga butuh pasokan bahan karena untuk masak kami pasti butuh vetsin, bumbu-bumbu dalam jumlah besar,“ ujar Ayu, dalam acara Supplier Gathering APJI di Gedung Sasana Kriya Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, kemarin.

Sebagai asosiasi, Ayu menga takan sejak kepengurusan baru, APJI terus berusaha mengembangkan kuliner Indonesia tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga hingga ke luar negeri. Terhitung dewan pimpinan daerah (DPD) APJI dalam negeri yang telah disahkan mencapai 20 DPD dari 25 DPD dengan 55 dewan pimpinan cabang (DPC). Ketua Bidang Seksi Dana dan Sponsorship APJI, Iden Go bel, menyebutkan sampai Maret 2014 jumlah anggota APJI tercatat 5.234 anggota atau 60%-70% dari sekitar 7.000 perusahaan jasa boga saat ini.

Iden juga memberi contoh potensi pasar yang besar di Tanah Air. Khusus di Jabodetabek saja pasar bisa menghasilkan penjualan dari katering pernikahan dan industri sampai Rp3 triliun per bulan. (Ire/E-1) Sumber : Media Indonesia, 22/10/2014, Halaman : 18

0 komentar:

Posting Komentar